Kila melangkah maju, menuju tempat Soraya berdiri. Wajahnya puas, seperti menemukan keajaiban di tengah kondisi gentingnya. "Apa aku tidak salah dengar?" Gadis itu memastikan sekali lagi, "Apa artinya, aku bisa ikut kedua orang tuaku?" Soraya menyilangkan tangannya di depan d**a, mengedipkan sebelah matanya, lalu tersenyum puas. "Tentu. Sudah kubilang persoalan ini bisa kutangani dengan mudah." Zalman yang penasaran langsung bertanya, "Kamu dapat solusinya, Ra? Tapi bagaimana bisa?" "Anda adalah orang yang dihormati oleh para staff akademik di sekolah Kila, Pak Zalman." Soraya mengutarakan itu bukan hanya karena keteguhannya. Melaikan, juga berkat apa yang telah Zalman beri selama ini. Membantu banyak orang, kini berbuah manis. "Mereka mengatakan akan memberi bantuan agar Kila tetap

