Mandat dari Astapura

1107 Words

Matahari Desa Gadita semakin tinggi, menyengat teras kayu rumah panggung Revan yang masih menyimpan hawa panas sisa pergulatan semalam. Revan masih duduk bersila, dadanya naik turun mengatur napas yang sesak. Di bawah sana, miliknya masih terasa menegang keras, seolah memprotes kain celana yang mendadak terasa sempit akibat godaan sensual Cici dan Vita tadi. Dika masih duduk di pojokan amben, jempol kakinya bergerak-gerak d***o seirama dengan kunyahan mulutnya yang penuh minyak. "Van, ini benda kotak beneran bisa denger suara kita? Kalo gue bisikin doa minta kaya, dia nyaut nggak?" ucap Dika dengan wajah d***o tanpa dosa. Belum sempat Revan menjawab kegoblokan sahabatnya itu, suara langkah sepatu bot karet yang berat menapak tanah terdengar dari arah gerbang bambu. Sosok pria dengan pemb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD