Hubungan kedua kalinya

1361 Words

Suasana di dalam kamar yang hanya dibatasi tirai kain lusuh itu mendadak menjadi sangat panas dan menyesakkan. Revan yang baru saja meledak satu ronde, masih berbaring dengan nafas yang tersengal-senggal. Namun, daya magis dan hawa murni yang terus dipompa oleh Ayu membuat miliknya tidak kunjung layu, malah semakin tegang dan berdenyut galak menantang langit-langit kamar. Cici merangkak naik ke atas perut Revan, daster tipisnya tersingkap hingga menyingkap paha putihnya yang mulus. Ia menatap kakaknya dengan mata sayu yang berkaca-kaca karena gairah. "Kak... ingat nggak waktu itu? Kita main bertiga di sini..." bisik Cici sambil mengelus pipi Revan, jarinya perlahan turun menyusuri leher hingga ke d**a. "Cici kangen banget... rasanya beda kalau Kakak nggak ada. Kita main bertiga lagi ya?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD