Kegelapan telah sempurna menelan Desa Ghadita. Suara alam malam mulai mengambil alih, mengisi keheningan di antara sela-sela dinding kayu rumah panggung yang mulai mendingin. Di dalam kamar yang hanya diterangi remang cahaya dari luar tirai, Revan masih terlelap. Tubuhnya yang kelelahan akibat perjalanan panjang dan tekanan batin yang luar biasa membuatnya tidur sangat pulas, bahkan terlalu pulas hingga ia tidak menyadari bahwa sosok yang tadi pamit "jalan-jalan" telah kembali ke sarangnya. Ayu muncul begitu saja di kegelapan sudut kamar. Rambut hitamnya yang panjang seolah menyatu dengan bayang-bayang lemari tua. Matanya yang berkilat penuh gairah langsung tertuju pada satu titik: tubuh pria yang sedang terlentang itu. Ayu melayang perlahan, mendarat di atas kasur tanpa suara. Nafas ghai

