Suara jangkrik bersahutan di bawah kolong rumah panggung Revan yang reyot, seolah-olah ribuan serangga itu sedang menertawakan ketegangan yang menggantung di udara malam Desa Ghadita. Di dalam ruang tamu yang hanya diterangi oleh temaram lampu minyak tempel yang sumbunya sudah mulai menghitam, suasananya terasa jauh lebih panas dan menyesakkan ketimbang udara luar. Dinding bambu yang sudah mulai lapuk seolah ikut bergetar menahan gejolak emosi yang tertahan di dalamnya. Cici dan Vita duduk bersimpuh di atas tikar pandan yang pinggirannya sudah robek-robek. Wajah kedua gadis cantik yang sebenarnya sudah sering merasakan gempuran panas Revan itu tampak ditekuk masam. Bibir mereka mengerucut, dan mata mereka berkilat-kilat penuh amarah sekaligus kecemasan yang mendalam. Mereka cemas karena k

