Persekutuan Dua Dunia Di ambang Senja

1988 Words

​Sisa-sisa napas yang memburu masih memenuhi ruang sempit di gubuk tua itu. Tubuh Sari masih gemetar hebat, tangannya memeluk erat leher Revan seolah-olah takut pemuda itu akan menghilang setelah merenggut mahkota kesuciannya. Namun, di dalam diri Revan, api yang disulut oleh kehadiran Ayu tidak semudah itu padam. Meski cairan benih pertamanya sudah membanjiri rahim Sari, denyut di pangkal pahanya justru kembali mengeras dengan cepat, menuntut lebih banyak lagi pelampiasan. ​"Lagi ya, Sari? Kamu masih sanggup kan melayani Kakak?" bisik Revan, suaranya berat dan penuh dengan intimidasi nafsu yang kental. ​Sari mendongak, matanya yang sayu menatap Revan dengan kepasrahan total yang menghanyutkan. "Iya, Kak... boleh. Sari milik Kakak sekarang. Apa pun yang Kakak mau, Sari kasih..." ucapnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD