BANJIR BENIH DI RAHIM PURBA

1183 Words

Hutan jati itu seolah mendidih dalam keheningan yang semu. Di bawah bayangan pohon besar yang sakral, tubuh Revan dan Ayu masih menyatu erat, menciptakan pemandangan binal yang hanya bisa disaksikan oleh penghuni alam ghaib. Revan, yang tadinya kaku dan malu-malu, kini justru kehilangan akal sehatnya. Aroma bunga kantil yang menguar dari tubuh Ayu bercampur dengan bau keringat maskulin Revan yang tajam, menciptakan candu yang membakar saraf pusatnya hingga ke titik nadir. "Revan... ahhh... mmm... jangan berhenti... terus hantam milik Ayu... ah ah ah ah mmm ooh oh oh ah ah oh..." Ayu mendesah panjang sambil menyandarkan kepalanya di bahu Revan. Kedua tangannya mencengkeram bahu Revan, sementara kaki porselennya yang mulus melilit pinggang Revan dengan sangat kuat, mengunci posisi agar b***

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD