Asupan Energi untuk Ayu

1539 Words

Keheningan yang mencekam kembali menyergap rumpun bambu petung di pinggiran Desa Ghadita setelah bayangan binal Kirana memudar, tertelan oleh kabut ghaib yang pekat dan berbau anyir. Namun, bagi Revan, sunyi kali ini terasa ribuan kali lebih menyiksa daripada ledakan aura sebelumnya. Ia masih terduduk lemas di atas hamparan daun jati kering yang lembap dan berderit setiap kali ia bergerak. Revan menatap telapak tangannya yang gemetar hebat; trauma akibat benturan energi dua bangsa jin purba tadi hampir saja meremukkan jiwanya yang hanya manusia biasa. Di depannya, Ayu masih berdiri mematung layaknya patung dewi dari zaman kuno yang dipahat dari batu pualam paling putih. Kebaya Sutra Hijau Transparan yang ia kenakan berkibar pelan secara misterius, meski tak ada embusan angin sedikit pun d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD