SESAJEN PENUH MALAPETAKA

1172 Words

[CATATAN: Bab ini mengambil sudut pandang Dika sepenuhnya. Alur cerita berpindah ke perjalanan pulang Dika menyusuri Desa Ghadita di siang hari bolong.] ​Matahari Desa Ghadita siang itu benar-benar tidak punya belas kasihan. Panasnya serasa menusuk sampai ke sumsum tulang, membuat aspal jalanan desa yang sudah bolong-bolong itu seolah mengeluarkan uap panas yang bergoyang-goyang. Tapi di tengah cuaca yang sanggup membuat otak orang waras mendidih, seorang Dika melangkah dengan santainya. Tubuhnya yang tambun bergoyang-goyang ke kiri dan ke kanan, menciptakan irama lemak yang saling beradu di balik kaos singletnya yang sudah kuning kecokelatan di bagian ketiak. ​"Jancok... panasnya bener-bener kayak lagi simulasi di kerak neraka! Ini matahari lagi dapet apa gimana sih? Galak bener!" gerut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD