Sadiwara Di Bawah Tatapan Elang

1569 Words

Suasana di ruang tamu rumah panggung itu mendadak sunyi senyap, menyisakan keheningan yang menyesakkan setelah Cici dan Vita menghilang di balik pintu kamar. Hanya terdengar suara gesekan pelepah pisang dari luar yang tertiup angin pagi, beradu dengan dinding bambu yang sudah mulai lapuk, menambah kesan dingin di ruangan yang baru saja tegang karena teguran keras Pak Minto. Revan masih menunduk lesu di atas tikar pandan yang anyamannya sudah mulai mencuat di sana-sini. Tangannya yang kasar dan masih menyisakan sedikit rasa pegal menggenggam gelas kopi yang sudah mendingin, sementara otaknya berputar cepat seperti mesin yang dipaksa bekerja di bawah tekanan, menyusun alibi yang tidak bercelah agar kebusukannya tidak terendus oleh sang sesepuh desa. Pak Minto berdehem panjang. Suara serakny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD