Merajuk Yang Tak Berkesudahan

1057 Words

Alara tidak kembali ke kamarnya malam itu. Langkahnya yang berat mengarah ke kamar tamu di ujung koridor, tempat dia bisa menyendiri, jauh dari pria yang kini menjadi sumber luka di hatinya. Kamar itu terasa dingin dan asing, sangat berbeda dengan kamar utama yang selalu dipenuhi dengan hangatnya kehadiran mereka berdua. Namun malam ini, kehangatan itu sirna. Ia duduk di tepi ranjang dengan sorot mata yang menerawang. Rasa sakit yang menggerogoti hatinya membuat udara di sekitarnya terasa menyesakkan. Ucapan Elenio terus terngiang di kepalanya, mengiris perasaan yang seharusnya tak perlu terluka begitu dalam. "Bisakah kamu berhenti bersikap dramatis seperti ini?" Kalimat itu melukai hatinya lebih dalam dari yang bisa dijelaskan dengan kata-kata. Elenio mungkin menganggapnya hanya se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD