Jilid II - 66: Mandi Bareng

1773 Words

Pagi adalah waktu di mana kehidupan Awan tidak pernah berlangsung secara tenang, apalagi sejak memiliki trio bencana yang jika bukan karena berantem, ya, nangis berjemaah. Penyebabnya simple, kadang perkara rebutan remote TV, yang satu pengin nonton A, satu lagi B, atau kadang juga perkara sarapan. Seperti sekarang. Tampaknya Topan lapar hingga dia tidak rida ketika suapan untuknya diselip oleh suapan mama kepada Gempa, lama. Alhasil Topan cubit saja adiknya, Gempa menangis detik itu. Belum lagi Badai yang nggak mau sarapan, dia asyik tengkurap nyungsep ala-ala bocil di sofa, disuruh sarapan dulu oleh sang papa, bukannya nurut, dia malah jebeng dan menangis sebab posisi wenaknya diganggu Awan. Yap, Awan bopong anak itu menuju ibunya untuk disuapi. Eh, eh, Badai malah menangis. Jadilah Aw

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD