Jilid II - 67: Ditinggal Awan

1340 Words

Tahukah kamu? Di kehamilan Nara yang ini agaknya berbahaya, maksud: Jangan deh sebut atau nyeletuk nama makanan bahkan minuman yang kiranya langka, sebab itu menjadi menggiurkan bagi Ainara. Yang susah siapa? Yap, suaminya! Seperti saat ini. "Wan, udah tau belum?" Awan sedang rebahan di sofa, memejamkan mata. Ini Minggu siang di mana anak-anak sedang bermain di luar, di pekarangan, tadi ada yang datang alias teman seperbocilan Topan, Badai, dan Gempa. Jangan salah, ya. Triplets juga punya teman, lho! Tuh, sedang asyik bermain mobil-mobilan di halaman. Pasti mengangkut tanah, batu, dan sejenisnya. Ah, sudah, biarkan. Awan mau rehat. Nara pun duduk di sofa tunggal ruang tamu itu sambil mengawasi anak-anak di luar yang kelihatan di celah pintu. "Soal apa emang?" sahut Awan tanpa membuka m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD