Jilid II - 58: Wala Jatuh

3068 Words

Alih posisi, saat ini, di kediaman keluarga Semesta, terkait Wala. Bocah itu habis jatuh sampai-sampai giginya patah sebelah, menangis hebat, Wala pun digendong terus oleh papi. Manjanya kumat. Alam dengan senang hati memanjakannya. Dia usap-usap punggung mungil putra sulungnya bersama Ranasya. "Jep, Sayang, jep." Menenangkan ala bapack-bapack. Wala masih sesenggukan. Bibirnya pun terbentur gara-gara jatuhnya itu. Nggak ada yang mesti disalahkan pada jatuhnya Wala saat ini, itu sebab dia yang lari-lari aktif sendiri, tersandung kaki sendiri pula, dan gubrak berikutnya. Menjerit mula-mula. Uh, pasti ngilu dan sakit. Alam langsung lari tergopoh menghampiri anaknya. Rana juga, padahal dia sedang mengasuh Bintang dan Nirwana. "Minum dulu, Sayang," ucap Rana. Biar giamana pun Wala itu anakny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD