Jilid II - 75: Wala Histeris

1683 Words

"Halo, Ma?" Sambil Awan dekatkan telepon itu ke daun telinga. "KAMU TUH DARI MANA, HAH?! LAMA BANGET ANGKAT TELEPON! CEPET SINI KE RUMAH SAKIT, NARA LAHIRAN!" Yang segera Awan jauhkan ponsel itu dari kupingnya. Oh, dia meringis kemudian. "Maaf, Ma. Baru liat hape, ternyata di-silent, ini juga baru keluar dari ruang dosen abis bimbingan. Oh, ya, tadi rumah sakit mana, Ma? Eh, RUMAH SAKIT?!" Gantian, Awan yang ngegas. Dia bahkan menghentikan langkahnya, membuat Budi dan Regan terhenti juga. Ya, mereka bertiga kebetulan sama dosen pembimbingnya. Hanya Deni yang tidak. "Lahiran?!" Awan panik seketika. Tadi pagi Nara fine-fine saja. "Oke, Awan ke sana sekarang!" Lekas dia kantongi ponsel di setelah memutuskan panggilan. Awan dapat info bahwa Nara sedang di rumah sakit ibu dan anak, tenga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD