"Mama, papa mau mana, Mama?" "Itut, Ma. Itut papa, Ma." Badai dan Gempa mengekor induknya. Aneh, yang mau pergi Awan, yang ingin mereka ikuti adalah gerangan, tapi kenapa sekarang ngintil dan merengeknya malah ke Nara yang nggak ke mana-mana? Nara saja sedang menyusui Rinai, dan mereka melihat itu. "Yuk, Ma!" Itu lagi bocil satu, Topan, alih-alih merengek seperti dua saudara kembarnya, dia justru sudah siap jalan dan mengajak sang mama untuk segera on the way. Hei, yang mau bepergian itu papa mereka, bukan mamanya! "Yuk ke mana, sih? Mama di rumah aja, loh." "Mama ndak itut papa?" sahut Topan. "Ya, nggak dong. Papa mah mau futsal, bukan jalan-jalan." Maka, segera Topan beralih kepada papanya di dekat meja rias mama. Sedang menyisir sambil becermin. Dari tadi Awan sengaja diam b

