Jilid II - 62: Trio Bencana

1305 Words

Satu bulan sudah dilewati, Awan dan Nara pun kembali ke rumahnya sendiri. Topan, Badai, dan Gempa saat ini sedang disuapi. Tentu saja sama Awan, soalnya Nara masih mabuk s****a. Ehm. Sekarang saja Nara di kamar, rebahan. Lemas katanya. Mual terus. Apalagi kalau makan sama ayam, alhasil sepanjang Nara menolak makan ayam, di rumah pun tak pernah lagi Awan delivery olahan hewan itu. Paling bubur ayam dan itu pun untuk tiga anak mereka. "Lagi?" "Dah, nyang." Itu Badai yang jawab, kenyang katanya. Sementara Gempa mengangguk, minta nambah. Lain dengan Topan yang menggeleng tanpa suara. "Nambahnya pake nasi, ya?" Gempa mengangguk lagi. Dia doyan makan memang, makanya Gempa yang paling gemuk di antara dua saudaranya. Topan ambil minumnya sendiri, Awan hanya meletakkan gelasnya saja di meja.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD