Jilid II - 47: 34 Minggu

1362 Words

Nara mah gitu. Orang lagi serius, ngajaknya kisseu. Awan kan jadi mupeng. Obrolan super berat mendadak jadi suara deru napas yang saling beradu, menginginkan suatu hal lebih dari itu. Terus, giliran Awan terbawa suasana, Naranya minta udahan, mendorong Awan dengan segala sesuatu yang begitu kentang. Kena tanggung! Dan Nara malah senyam-senyum. "Jadi, gimana tadi?" "Ah, nggak tau, deh. Gak mood." Awan simpan buku dan pena. Pundung. Ya, begitulah karakternya. Di rumah juga dulu kalau bertengkar dengan Guntur, Awan yang pundung. Memang dasar Awan Mendung! Baru akan Nara rayu, suara pintu kamar diketuk pun terdengar, disusul suara mama yang bilang, "Nara, ada temennya tuh di luar!" Eh, siapa? Awan menatap istrinya. "Kamu ngundang orang?" "Kayaknya nggak ...." Nara pun bukakan pintu ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD