“Sayang, beneran mau ikut Abang ke kampus?” “Iya, Mama. Ini Lika sudah siap, tinggal nungguin Abang jemput.” “Tapi Mama khawatir kalau terjadi sesuatu saat di kampus.” “Ngak papa kok, Ma. Waktu Lika ajuin cuti ‘kan ke kampus juga, mereka semua sudah dapat menerima Malika sebagai istri Abang. Banyak juga yang kasih selamat atas kehamilan Lika juga.” “Beneran?” “Iya, Mama Sayang.” “Nanti ikut sama Abang terus ya, ngak boleh jauh-jauh darinya. Mama ngak mau sampai terjadi sesuatu sama Putri Mama dan Calon Cucu.” Malika memeluk Mama Cantiknya dari samping, dia sangat paham sekali dengan kekhawatiran yang Arina rasakan. Awalnya, Nadhief juga tidak memberikan ijin. Namun, saat Malika berjanji tidak akan banyak tingkah saat di kampus. Akhirnya, suaminya menurut dan mau mengajaknya saat men

