Ngambeknya Malika

1713 Words

Sejak kedatangan Fika di ruangan Nadhief, Malika terus saja mencebikkan bibirnya. memandang penuh permusuhan ke arah perempuan yang sedang dekat dengan sahabatnya. Arga tidak menyangka jika Fika nekat menghampirinya saat dia sedang bersama dengan Malika. Kini dia sedang terjebak di antara dua pilihan yang sulit. Arga terus saja berdoa dalam hatinya, sahabatnya yang sedang mengandung calon keponakannya tidak kembali merajuk dan menangis. "Rotinya masih banyak kenapa nggak dihabiskan? Tadi bilangnya masih lapar." Dengan sangat manja Malika memeluk lengan Arga, Dia meminta sahabatnya itu membukakan roti sekaligus menyuapinya. "Arga nggak boleh kemana-mana, harus temani Lika sampai Abang selesai mengajar." "Iya, aku akan menemanimu sampai pak Nadhief selesai dengan kelasnya." "Meskipun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD