Cara Urus Bayi

2101 Words

"Masalah itu, akan Arin pikirkan lagi nanti, Pa. Arin sudah kenyang. Mau istirahat dulu sekarang," ucapnya sambil meletakkan sendok di atas piring, mendorong kursi ke belakang dan bangkit, lalu pergi kembali ke kamarnya. Napas Pak Arkan berhembus kasar. Ia sudah lelah dengan pekerjaan hari ini, malau ditambah dengan putrinya yang bersikeras dan tidak mau mendengarkan perkataannya. "Pa, jangan didesak. Kita bicarakan pelan-pelan, Pa. Jangan menghakimi. Arin masih butuh waktu." "Iya. Tapi Papa benar-benar tidak tahan rasanya. Papa ingin dia segera terbebas. Tidak rela, bila dia terus menerus mempertahankan hubungannya yang sudah tidak sehat. Setelah itu, Papa baru bisa tenang." Bu Nina menghela napas. Sepertinya, ia harus cepat turun tangan, supaya suaminya berhenti menekan putri mereka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD