Tidak Sabar

1169 Words

Aaron bersandar pada meja, sambil memperhatikan Jesicca, yang sudah kembali berpakaian dan sedang duduk, sambil menatap dirinya sendiri melalui pantulan cermin, dengan sebuah sisir yang sedang diusapkan ke setiap celah rambut panjangnya. "Kenapa liatin aku terus??" tanya Jesicca, dengan sedikit melirik kepada lelaki di sampingnya ini, melalui cermin yang berada di hadapannya. "Tidak apa-apa. Hanya ingin saja. Apa tidak boleh?" tutur Aaron sambil tersenyum. Jesicca menoleh dan berkata, "Nggak boleh! Bayar dulu!" serunya sambil kembali bercermin lagi. "Masa iya suami sendiri harus bayar?" "Ya harus. Nggak ada yang gratis!" "Termasuk dengan yang tadi?" ucap Aaron sambil menaikkan alisnya dan tersenyum. "Kalau yang tadi dua kali lipat sih harusnya!" cetus Jesicca. "Wah! Perampokan it

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD