Aaron mengerjap dan gelagapan. "Em, i-ini sudah siang. Kalau terlambat bagaimana?? Nanti malam saja ya??" ucap Aaron sambil tersenyum kaku. Bukan tidak ingin. Tapi, kalau wanita yang ia nikahi ini benar-benar meninggalkan jejak lagi, habislah. Ia bisa jadi bulan-bulanan di kantor nanti. "Jadi nggak mau?? Nggak ada penawaran kedua lho, Mas. Nanti malam, aku mau langsung tidur soalnya," ujar Jesicca sambil mengelus-elus kemeja biru yang membalut tubuh Aaron. Aaron menelan salivanya sendiri. "Ya sudah. Besok malamnya tidak apa-apa." "Nggak deh. Penawaran habis. Aku lagi males. Kapan-kapan lagi aja. Ya mungkin Minggu depan," tutur Jesicca dan seketika membuat Aaron membuka kelopak matanya lebar-lebar. "Ha?? Minggu depan?? Kenapa lama sekali?" ucap Aaron panik. "Nggak apa-apa. Cuma lagi m

