85. Tidak Ada Kebahagiaan

1709 Words

Amel melangkah dituntun oleh Jovan masuk ke dalam pemakaman. Tubuhnya sudah lemas tidak bisa untuk bergerak lagi. Amel menatap tiga makam yang ada di depannya. Makam keluarganya yang akan menjadi tempat peristirahatan terakhir keluarganya. “Pak, Buk, Ndra. Kalian beneran ninggalin aku sendirian di sini?” tanya Amel akan terjatuh, namun Jovan dengan cepat memegang wanita itu agar tidak terjatuh. Mata Jovan menatap tiga lobang kuburan di depannya. “Mel, kamu harus kuat.” Ucap Jovan membisikkan kata kuat, untuk Amel— istri sahabatnya. Dan dimana Hansel sekarang? Kenapa lelaki itu malah meninggalkan Amel sendirian di sini? Kenapa lelaki itu tdiak mendampingi Amel, hah?! “Dimana Hansel?” tanya Jovan pada Jenan yang ada di sebelahnya. Pundak Jenan mengedik. Ia tidak tidak tahu dimana Han

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD