Hujan menahan kami lebih lama. Seolah langit sedang menumpahkan air dari langit saking derasnya. Aku dan Alyan tertahan di sebuah ruko kosong, ada beberapa lagi pengendara motor roda dua yang berteduh di sana. Kondisi Alyan memakai masker hingga tidak ada yang mengenali. Sementara aku bebas, tidak akan ada yang mengenali diriku. Kami terpaksa bicara di sana sebab Alyan bilang akan kemalaman mengantarku pulang bila memaksa bicara di rumahnya. Dia lebih ke takut bila Daddy akan semakin marah lalu berakhir sulit membuatnya menerima Alyan. Alyan termangu mendengar pertanyaanku. “Seperti yang aku bilang di telepon pagi tadi. Finaly, semalam aku memberitahu Daddy dan Mommy jika sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Aku belum menyebutkan identitas kamu, Daddy bisa saja mencari tahu. Bukan

