Bicara di tengah hujan

1386 Words

“Aku datang bersama Fay..” ujar Alyan, berdiri di antara kami. Aku pun berdiri, menatap wanita muda dan manis di depanku sembari melirik Alyan. “Nadia. Adik dari Tomy sekaligus pemilik tempat makan ini.” Jadi wanita yang datang bersama Alyan adalah adik dari Tomy. Tinggi kami berdua terlihat sama. Nadia memiliki rambut yang berpotongan sebahu berwarna coklat. Mengikal di bagian bawah. Penampilannya sederhana. Celana jeans, kaos yang nyaman sementara bagian luar memakai apron merah muda. “Kelihatannya kita seusia?” Nadia mengulurkan tangan. Ramah sekali. Aku juga berpikir begitu melihat wajah Nadia. “Hai, aku Nadia. Panggil Nadi aja. Usiaku dua puluh tahun.” “Dua puluh tahun dan kamu hebat punya usaha seperti ini?” rasa cemburuku hilang ketika tahu bila Nadia adalah adik dari Tomy. He

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD