Ke mana Tujuan kita?

1739 Words

Aku menunggu Alyan, tetap berdiri di sana lebih lama hanya jadi bumerang ketika Daddy menelepon dan tidak aku angkat. Pasti Daddy akan curiga, bisa-bisa dia kini sudah menuju ruanganku untuk memastikan. Berdiri dengan gelisah, aku menggigit ujung jari saking takut dengan kenyataan Alyan tidak muncul. Aku menunggu, melonggarkan waktu sembari celingak-celinguk ke arah mana pun takut bila Alyan tidak mengenali diriku dengan penampilan lain. Drrtt! Drrtt! Ponselku berdetar, mengejutkan. “Apa Alyan?” lebih ke berharap setidaknya Alyan memberitahuku jika ia tidak bisa datang. Tetapi rasa kecewa kembali muncul begitu aku melihat bahwa Erika yang mengirimkan pesan. Ada juga pesan dari Daddy yang sengaja tidak aku buka. [Fay, Daddymu sudah tahu bila kamu meninggalkan kantor. Aku pura-pura tid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD