Sera menarik napasnya dalam saat berjalan menyusuri aerobridge, hawa dingin dari AC ruangan bandara membuat tubuhnya sedikit menggigil. Tatapannya melirik ke kiri dan ke kanan di lorong yang menghubungkan pintu pesawat dengan gate kedatangan itu, di mana hanya ada pesawat di sisi kiri dan kanan sepanjang mata memandang. Bibirnya mengulum senyum tipis karena akhirnya bisa kembali menghirup udara Kota Sydney. “Dingin, Dek?” tanya masnya yang kini langsung menggenggam tangan Sera dan menautkan jari-jemari mereka. Senja terlihat masih mengantuk dalam gendongan sang papa, anak itu dengan manjanya memeluk erat leher papanya dan merebahkan kepalanya di bahu sang papa. Saat tatapan mereka saling bersua, senyum langsung tercipta dari bibir keduanya. “Sedikit, padahal sudah hampir masuk
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


