Bab 216

2665 Kata

Jeremi yang baru pulang dari kantor mendapati suasana rumah mertuanya malam itu begitu tegang. Nancy duduk di sofa ruang tengah dengan wajah kusut, sementara Vivienne berdiri di sampingnya, berusaha menenangkan sang mama. Vincent hanya duduk tenang dengan kertas koran di tangan, meski jelas sekali pikirannya ikut berkecamuk. Nancy baru saja mengatakan niatnya untuk segera terbang ke Paris, menyusul Valiant yang sudah sebulan lebih tak pulang dan sulit dihubungi. Ucapan itu membuat semua orang terdiam, sampai akhirnya Jeremi yang biasanya lebih memilih diam, buka suara dengan nada tegas. “Mama,” katanya sambil melepas jas kerjanya. “Aku rasa itu bukan ide yang baik. Valiant bukan anak kecil lagi. Dia sudah dewasa. Kalau dia memilih untuk tetap di Paris, pasti ada alasannya. Mama tidak per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN