Rosalinda berjalan cepat meninggalkan minimarket, wajahnya kesal karena sejak beberapa minggu terakhir Valiant selalu muncul di mana pun ia berada. Tidak peduli pagi, siang, atau malam, pemuda itu seakan sengaja menunggu kesempatan untuk menempel padanya. Rosalinda sudah mencoba diam, sudah mencoba mengabaikan, bahkan beberapa kali berpura-pura tidak mengenalnya. Namun malam itu, ketika Valiant kembali duduk bersandar di dinding minimarket dengan tatapan penuh makna seakan-akan menunggunya, kesabaran Rosalinda benar-benar habis. Ia berbalik, menghentikan langkah, lalu menatap lurus ke arah pemuda itu dengan sorot mata tajam. "Apa sebenarnya tujuanmu selalu mengikutiku, Valiant?" suaranya datar, tetapi jelas dipenuhi kejengkelan. Valiant justru tersenyum kecil. Ada sesuatu dalam raut waja

