Valiant duduk di ruang kerjanya dengan wajah serius, tumpukan buku bisnis, catatan kuliah, serta laptop menyala di depannya. Malam itu rumah keluarga mereka begitu sunyi. Semua orang sudah beristirahat, hanya lampu di ruang kerja yang masih menyala terang. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Valiant merasa bahwa dia harus benar-benar membuktikan sesuatu—bukan hanya kepada Papa Vincent, tapi juga kepada dirinya sendiri, Mama Nancy, Vivienne, dan Nayla. Dia mengetik laporan panjang untuk tugas akhir yang sempat tertunda. Jemarinya terasa kaku, tapi tekadnya kuat. Dia bahkan membuka catatan lama yang dulu diabaikannya. Tidak ada lagi pesta, tidak ada lagi klub malam, tidak ada lagi perempuan yang menjerat waktunya. Malam itu hanya ada Valiant dan ambisi barunya. Keesokan paginya, saat kel

