Bab 161

2364 Kata

Pagi itu, Vivienne sudah duduk di ruang tamu dengan wajah murung. Di pangkuannya ada beberapa katalog undangan pernikahan yang semalam ia bawa pulang dari toko percetakan. Matanya terlihat lelah, meski semalam ia berusaha memaksa diri tidur cepat. Namun kenyataannya, setiap kali memikirkan detail kecil tentang pernikahannya, ia merasa seperti dunia ini terlalu berat untuk dipikul sendirian. Jeremi masuk ke ruang tamu sambil membawa dua cangkir teh hangat. Ia menaruh satu di meja kecil dekat Vivienne lalu duduk di samping tunangannya itu. "Aku lihat wajahmu dari tadi murung saja. Kamu begadang lagi semalam, ya?" Jeremi membuka percakapan dengan suara lembut. Vivienne hanya menggeleng pelan. "Tidak. Aku tidur. Tapi… saat aku bangun, semua pikiran ini kembali. Undangan, dekorasi, gaun, tam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN