Bab 210

2280 Kata

Ruang kerja itu hening, tapi hening yang mencekam, seolah setiap detik menggoreskan luka baru. Nancy masih menatap Valiant dengan mata berair, lalu berdiri dengan gerakan tegas. Suaranya dingin, tegas, penuh wibawa yang tidak bisa diganggu gugat. "Valiant, bereskan pekerjaanmu sekarang juga. Kamu ikut Mama pulang. Malam ini juga Mama akan bicara dengan Papa-mu. Dia harus tahu apa yang sudah kamu lakukan." Wajah Valiant pucat. Nafasnya tercekat, tubuhnya kaku. Ia tahu, jika Vincent sampai tahu kebenaran ini, dunia seakan akan runtuh menimpa dirinya. Papa bukan sosok yang mudah dikelabui. Papa adalah lelaki keras, disiplin, dan sangat menjunjung tinggi kehormatan keluarga. Baginya, nama baik keluarga adalah segalanya. Dan sekarang, Valiant, putra sulungnya, justru membawa aib terbesar ke d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN