Valiant berdiri di depan café kecil di sudut jalan Paris, di mana ia melihat wanita itu duduk sambil menikmati secangkir kopi hitam panas. Pagi itu matahari belum terlalu tinggi, cahaya keemasan menyelimuti jalanan kota, membuat setiap orang tampak sibuk dengan urusan masing-masing. Namun, perhatian Valiant hanya tertuju pada sosok sederhana yang begitu berbeda dari semua wanita yang pernah ia temui. Wanita itu tidak mengenakan gaun mewah, tidak memakai perhiasan mencolok, bahkan rambutnya hanya diikat seadanya. Wajahnya polos, tanpa riasan yang berlebihan, namun ada sesuatu yang begitu menenangkan sekaligus menantang dari dirinya. Valiant menarik napas panjang, berusaha menenangkan debar jantungnya. Ia merasa aneh—seumur hidupnya belum pernah ada wanita yang menolak pesonanya. Bahkan Ull

