Bab 257

2092 Kata

Nancy sudah berada di dapur sejak sore, mempersiapkan makan malam keluarga seperti biasanya. Bau harum tumisan bawang dan bumbu yang mendesis di wajan memenuhi seluruh ruangan, membuat suasana rumah terasa hangat. Rosalinda yang baru saja turun dari kamar, masih mengenakan pakaian rumah dengan rambut dikuncir seadanya, berjalan pelan menuju dapur dengan senyum malu-malu. Ia ingin membantu, apalagi sebentar lagi akan resmi menjadi bagian dari keluarga ini. Namun begitu Nancy melihatnya berdiri di ambang pintu, wanita itu langsung menggeleng halus. “Nggak usah bantu, sayang. Duduk aja di ruang makan. Mama sudah hampir selesai,” ujar Nancy lembut sambil menoleh sekilas. Tangannya tetap cekatan mengaduk sayur di panci. Rosalinda sempat mematung sejenak. “Tapi, Ma... aku nggak enak, masa aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN