Valiant tidak tahan lagi melihat Ully terus menangis di hadapan kedua orang tuanya. Tekanan dari Vincent dan Nancy membuat kepalanya serasa akan pecah, tapi di sisi lain, melihat Ully berlutut dengan air mata yang terus membasahi pipinya membuat hatinya tersayat. Ia tahu ia tidak bisa lagi melawan keputusan keluarganya. Papa dan Mama sudah tegas menolak, dan ia tidak bisa membahayakan keharmonisan keluarga besar hanya karena satu kebohongan yang telah terbongkar. Namun, ia juga tahu ia tidak sanggup membiarkan Ully benar-benar jatuh ke jurang keputusasaan. Dengan langkah berat, Valiant akhirnya mendekat, lalu menarik lengan Ully agar berdiri. Ully menatapnya dengan mata penuh air, berharap Valiant akan melawan keluarganya, namun tatapan Valiant sayu, penuh rasa sakit. “Ully, ikut aku,” u

