Nancy berdiri tegak di ruang tengah, tatapannya menusuk tajam seperti pisau. Suaranya rendah, dingin, tapi setiap katanya terasa berat dan menekan. "Aku mau kau bicara jujur, Ully," ucap Nancy sambil melipat kedua tangannya di d**a. "Di depan kami semua. Katakan… apakah anak yang kau kandung itu benar-benar anak Valiant?" Ruangan mendadak hening. Hanya terdengar detak jam dinding yang terasa begitu nyaring. Valiant yang duduk di samping Ully langsung menoleh cepat ke arah wanita itu, sorot matanya penuh tanya. "Apa maksud Mama?" suara Valiant meninggi, jelas ia tidak suka mendengar tuduhan seperti itu. "Kenapa Mama bicara seperti itu? Ully hamil anakku. Itu jelas!" Nancy tidak goyah. Ia melangkah maju, berdiri tepat di depan Ully yang gemetar hebat di kursinya. "Kalau memang benar begi

