Halaman belakang rumah besar keluarga itu sore ini terasa hangat. Angin lembut berembus, menggerakkan dedaunan dan menyebarkan aroma bunga melati yang ditanam Nancy di sudut taman. Meja rotan dengan taplak renda putih sudah disiapkan dengan teko teh hangat, beberapa cangkir mungil, dan sepiring kecil kue kering. Nayla yang berusia lebih muda duduk santai di kursinya, sementara Vivienne terlihat lebih serius dengan tatapan tajam yang sulit ditebak. Rosalinda duduk di seberang mereka, tangannya mengepal erat di pangkuan, wajahnya pucat. Sebenarnya ia ingin menolak ketika diajak duduk bersama, tetapi tatapan lembut Nancy yang tadi menuntunnya untuk menerima membuat Rosalinda tidak bisa menghindar. Vivienne menuangkan teh ke cangkir Rosalinda lebih dulu, senyumnya tipis, bukan senyum ramah m

