Bab 158

3169 Kata

Jeremi melangkah pelan memasuki kamar Vivienne setelah mendapat izin dari Nancy dan Vincent. Cahaya lampu redup menyinari wajah pucat Vivienne yang tertidur lemah di atas ranjang. Jeremi menahan napasnya sejenak, seakan tak percaya bahwa gadis yang biasanya penuh energi kini terbaring tak berdaya. Dia berjalan perlahan, menarik kursi, dan duduk tepat di sampingnya. Tangannya langsung meraih jemari Vivienne yang terasa dingin. “Vivie…” suara Jeremi lirih, nyaris pecah. “Kenapa kamu nggak bilang sama aku kalau kamu sakit? Kamu tahu betapa khawatirnya aku sekarang.” Vivienne membuka mata pelan, masih terlihat lemah. Bibirnya bergerak tipis, berusaha memberi senyum. “Aku nggak mau bikin kamu tambah pusing, Jer… kamu lagi banyak kerjaan. Aku pikir aku bisa cepat sembuh.” Jeremi menunduk, men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN