Bab 249

1236 Kata

Malam itu udara begitu dingin. Hujan baru saja turun, meninggalkan aroma tanah basah yang kuat di udara. Langit masih muram, awan kelabu menggantung rendah seolah menyembunyikan sesuatu yang kelam di baliknya. Di kamar apartemennya yang sunyi, Ully duduk di depan meja rias dengan rambut acak-acakan, mata memerah, dan wajahnya tampak jauh dari tenang. Ponselnya tergeletak di meja, layar masih menampilkan foto Valiant dan Rosalinda di butik pengantin pagi tadi — foto yang dikirimkan oleh salah satu orang suruhannya. Ully menatap foto itu lama sekali, jemarinya gemetar menelusuri layar ponsel seolah ingin menembusnya. Ada sesuatu di dalam dirinya yang patah dan meledak bersamaan. Cinta, obsesi, kemarahan, dan rasa kehilangan bercampur jadi satu. “Dia benar-benar mau menikah dengan wanita it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN