Malam itu rumah keluarga Vincent terasa lebih sunyi dari biasanya. Lampu ruang tamu masih menyala lembut ketika mobil Valiant berhenti di halaman depan. Rosalinda duduk di kursi penumpang dengan tubuh kaku, matanya terus menatap ke luar jendela, seolah masih tak percaya pada kejadian yang baru saja menimpanya. Valiant di sisi lain, tidak berkata apa pun sejak mereka meninggalkan klub malam tadi. Wajahnya dingin, rahangnya tegang, dan tatapannya lurus ke depan tanpa emosi. Saat mobil berhenti sepenuhnya, Rosalinda menunduk dan membuka sabuk pengamannya perlahan. Tangannya gemetar. Ia ingin bicara, tapi suaranya tertahan di tenggorokan. Begitu pintu mobil terbuka, udara malam yang dingin menyambut mereka. Rosalinda keluar lebih dulu, berjalan perlahan menuju pintu rumah tanpa menoleh ke ara

