Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Gereja besar milik Vincent William dihiasi dengan bunga-bunga cantik, warna pink lembut berpadu dengan putih yang elegan. Setiap sudut dipenuhi dekorasi mewah, lampu-lampu kristal menggantung indah di langit-langit, dan altar tampak megah, siap menyambut momen bahagia Vivienne dan Jeremi. Vivienne berdiri di depan cermin, mengenakan gaun pengantin yang ia pilih sendiri bersama Jeremi. Gaun itu sederhana tapi elegan, dengan sentuhan renda dan satin yang lembut. Jeremi berdiri di sampingnya, menatapnya dengan penuh cinta. "Sayang… kamu terlihat luar biasa cantik," kata Jeremi lembut, menggenggam tangan Vivienne. Vivienne tersipu malu, menunduk. "Terima kasih… Jeremi… rasanya aku gugup." Jeremi menepuk pipi Vivienne lembut. "Sayang… jangan gugup. I

