Di ruang tamu rumah Nancy dan Vincent, aroma kue dari toko masih tercium samar. Nancy duduk di sofa, wajahnya serius, sementara Vincent menatapnya dengan tatapan tajam, tangan terlipat di d**a. “Vincent… tadi Ully datang ke tokoku,” ucap Nancy sambil menarik napas panjang, matanya masih memikirkan kejadian beberapa jam lalu. “Dia bersujud dan menangis, meminta agar Valiant kembali padanya. Aku… aku tidak tahu harus bagaimana, tapi aku tegaskan padanya, aku tidak akan membiarkan dia mengganggu Valiant dan Rosalinda.” Vincent segera berdiri, langkahnya tegas dan cepat. “Apa? Dia berani datang ke sini dan mengganggu ketenangan keluargaku?” Suaranya meninggi, getar amarahnya jelas terdengar di seluruh ruangan. “Nancy, dengarkan aku baik-baik. Ini tidak bisa dibiarkan. Valiant bahagia sekarang

