Pagi hari perlahan menyapa kota. Cahaya matahari menembus tirai tipis kamar hotel yang mewah. Suasana kamar masih terasa hangat setelah malam panjang penuh kelelahan pesta pernikahan. Vivienne membuka matanya perlahan, matanya masih terasa berat. Ia mengerjap, menatap langit-langit kamar, kemudian melirik ke samping. Jeremi sudah bangun lebih dulu, duduk bersandar di headboard sambil memegang secangkir kopi. Senyum lembut muncul di wajahnya ketika menyadari Vivienne mulai terjaga. “Sayang, akhirnya bangun juga,” ucap Jeremi sambil menaruh cangkirnya di meja kecil di samping ranjang. Vivienne mengerang pelan, menutupi wajahnya dengan selimut. “Aku masih ngantuk, semalaman aku tidak bisa tidur nyenyak. Aku lelah sekali, Jeremi.” Jeremi tertawa kecil dan menarik selimut yang menutupi wajah

