Matahari mulai condong ke barat, menebar cahaya keemasan di atas permukaan laut Maldives yang tenang. Jeremi dan Vivienne berjalan di tepi pantai, kaki mereka menyentuh pasir hangat yang lembut. Angin laut membelai rambut Vivienne, membuatnya tertawa riang, dan tawa itu langsung membuat Jeremi tersenyum. “Sayang… kau tahu kan, aku bisa duduk di sini seharian cuma melihatmu tersenyum begitu?” Jeremi bersuara lembut, menatap Vivienne dari samping. Vivienne menoleh, menatapnya nakal. “Eh, begitu ya? Kalau begitu, aku harus tertawa lebih kencang biar kau jatuh cinta total sama aku,” katanya sambil menepuk bahu Jeremi, pura-pura menantang. Jeremi tertawa kecil, menangkis tepukan itu. “Hahaha! Kau memang licik, Sayang. Tapi ya… kalau begitu aku harus menyiapkan senyuman balasan supaya kau ngg

