Ruang rapat direksi belum dimulai. Beberapa dokter dan staf duduk santai di lounge luar ruangan. Zeya, yang datang dengan Kenzo, duduk di salah satu sofa sambil memainkan ponselnya, menunggu Kenzo menyelesaikan pembicaraan dengan dokter senior di ujung ruangan. Ia memakai dress sopan tapi tetap manis, dengan jaket tipis dan rambut dicepol santai. Zeya akhirnya mengganti pakaian heboh sebelumya, karena merasa tidak nyaman sendiri. Beberapa staf rumah sakit sesekali melirik ke arahnya, mungkin karena wajah barunya belum familiar. Tapi Zeya justru menikmati jadi pusat perhatian kecil itu. Seorang dokter muda dengan jas putih melintas sambil membawa map. Ia berhenti sejenak, lalu balik arah dan mendekati sofa Zeya. Pria itu tampaknya dokter magang, sekitar awal dua puluhan, wajahnya bersih

