Zeya meraih koper kecil dari lemari atas. Gerakannya kasar dan terburu-buru. Ia buka resleting lebar-lebar, lempar beberapa baju ke dalam tanpa pikir panjang. Baju tidur, baju luar, bahkan sandal rumah ikut masuk. Kenzo yang baru selesai menenangkan diri di dapur, langsung terpaku melihat pemandangan itu. “Zeya? Kamu ngapain?” “Aku pergi,” jawab Zeya datar, tanpa menatapnya. Kenzo berjalan cepat mendekat. “Pergi ke mana?” “Bukan ke rumah Kakek,” ujar Zeya sambil melipat jaket asal-asalan. “Aku nggak akan kasih tau. Yang jelas, aku mau pergi jauh. Sejauh-jauhnya. Supaya kamu bisa bebas dari aku dan semua kecerewetan aku soal perempuan itu.” Wajah Kenzo langsung berubah panik. Ia rebut baju dari tangan Zeya. “Jangan bercanda kayak gitu, Zeya.” “Aku nggak bercanda!” bentak Zeya. “Aku be

