Perempuan yang Sulit Dibaca

1173 Kata

PoV 1 Bagas “Aku nggak butuh orang yang kerja pakai insting doang.” Kalimat itu keluar begitu saja dari mulutku, dingin, dan tanpa basa-basi. Perempuan di depanku tidak langsung menjawab. Dia hanya berdiri dengan kedua tangan terlipat di d**a, menatapku dengan sorot mata yang aneh. “Aku juga nggak butuh orang yang merasa paling benar cuma karena pangkat,” balasnya tenang. Aku menghela napas pelan. Ruangan briefing itu mendadak terasa sempit. Beberapa anggota tim lain memilih diam. Mereka pura-pura sibuk dengan berkas di tangan masing-masing, padahal jelas-jelas memperhatikan kami berdua. “Aku cuma bilang rencana lo terlalu berisiko,” kataku lagi, mencoba menahan nada suara. “Dan aku cuma bilang rencana lo terlalu kaku,” jawabnya tanpa ragu. Aku tertawa pendek. “Ini bukan film. Kit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN