Bab 159. Boleh Panggil Sayang?

1326 Kata

Suite family itu terasa sunyi dengan cara yang menenangkan. Bukan sunyi yang canggung, melainkan sunyi yang memberi ruang—ruang untuk bernapas, untuk merasa aman, untuk menyadari bahwa setelah semua kekacauan, mereka akhirnya berada di satu tempat tanpa perlu berpencar. Hotel itu benar-benar seperti yang Bram janjikan. Satu pintu utama membuka ke ruang keluarga luas dengan sofa empuk berwarna netral, jendela besar yang menghadap kota Yogyakarta, dan lampu gantung dengan cahaya hangat. Di sisi lain ada ruang makan kecil, pantry lengkap, lalu lorong pendek menuju tiga kamar tidur yang semuanya berada dalam satu suite. Tidak perlu keluar-masuk kamar hotel terpisah. Tidak perlu saling berjauhan. Semua berada dalam satu atap. Mama Linda dan Bu Shinta, yang kelelahan setelah perjalanan d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN