Bab 55

1011 Kata

Di taman belakang, Tuan George duduk sendiri menikmati angin malam sembari menatap lurus kearah tenaman bunga yang indah dan terawat itu. Lamunan itu terusik oleh kehadiran seseorang yang tiba-tiba duduk di sebelahnya. Tuan George hanya melirik sekilas setelah tau siapa pria itu. “Bagaimana keadaan Bang Ghaffi di sana, Pa?" Pertanyaan basa-basi yang membuat Tuan George menarik sudut bibirnya. “Langsung saja, apa yang ingin kamu katakan, Dirga?" Tuan George kembali melirik menantunya itu. Dirga tersenyum, Tuan George memang orang yang tidak suka basa-basi, jadi tidak heran lagi jika kedatangannya sangat mudah di tebak. Dirga menghela nafas panjang sebelum bicara, dia menyandarkan tubuhnya di kursi panjang sembari menatap ke arah yang sama dengan Ayah mertuanya. “Tidak ada, Pa."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN